Galeri Photo
Berita

Jam'iyyah At-Tawwabin pada bulan Romadlon tahun ini, 1435 H mendapatkan kesempatan untuk peliputan dari salah satu Stasiun TV Lokal di Jawa Tengah, yaitu Kompas TV. Stasiun TV nasional yang mempunyai otoritas sendiri secara lokal....



Investasi Romadlon, Menjemput Berkah Ilahi. Bersedekah dari Allah bersama dengan Allah kembali menuju jalan Allah. Assalamu'alaikum Wr. Wb, Bismillah alhamdulillah sholatan wa salaman ala sayyidina muhammadin ibni abdillah amma ba'da....


Agenda
28 July 2014
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Statistik
  Visitors : 4587 visitors
  Hits : 9480 hits
  Today : 25 users
  Online : 2 users
:: Kontak Admin ::

   

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi Rabbil 'Aalamiin, puji dan syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah  Muhammad SAW, yang senantiasa kita dambakan syafa'atnya kelak di hari pembalasan.

Manusia terdiri dari akal, jasmani dan rohani. Yang masing-masing mempunyai kebutuhan khusus tersendiri. Akal membutuhkan ilmu yang berguna untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan berfikir. Jasmani membutuhkan sandang, pangan, papan serta pemeliharaan sehingga  kesehatan terjaga. Begitu juga rohani, yang sangat membutuhkan jalur penghubung dengan Sang Kholiq agar dapat menambah kekuatan bathin kita. Ketiga tuntutan ini saling terkait, terhubung dan melengkapi satu dengan lainnya, sehingga akan terbangun kestabilan dan keseimbangan dalam kehidupan.

Kegiatan Dzikrulloh (mengingat Allah) adalah aktivitas yang dapat memberikan kekuatan ekstra  kepada kita dalam menghadapi berbagai masalah yang datang menghadang dalam menjalani kehidupan ini. Beberapa dzikrulloh yang diajarkan Rasulullah kepada kita antara lain : sholat 5 waktu, maupun dilengkapi dengan sholat sunnah, membaca Al-Qur'an membaca kalimat tahlil, tahmid, tasbih, takbir, asma'ul husna, membaca do'a, dan lain sebagainya.

Dzikrulloh dan ibadah-ibadah yang kita lakukan merupakan wasilah/media  untuk mendatangkan ke-ridlo-an Allah SWT. Kita meyakini adanya peran dan andil dari ibadah-ibadah itu dalam menghadirkan kebijakan Allah.

Dalam Al-Qur'an Al-Karim, Allah SWT mengajarkan kita dalam berdo'a dan bermunajat, yakni dengan cara bertawasul atau istighosah terhadap para Nabi dan orang-orang sholeh yang lebih dekat kepada Allah, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, atau berwasilah dengan amal sholeh atau perbuatan yang baik.

" Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqulloha  wabtaghuu ilaihilwasiilata wajaahiduu fiisabiilihi la'allakum tuflihuun"

Yang artinya : "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan". (QS. Al Maidah:35)

Juga Firman Allah dalam Surat Al Isra:75

"Ula-ikalladziina yabtaghuuna ilaa robbihimulwasiilata ayyuhum aqrobu wayarjuuna rohmatahu wayakhoofuuna 'adzaabahu inna 'adzaaba robbika kaana mahdzuuroo "

Artinya :"Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan "wasilah" (perantara) kepada Tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti"

Disini dapat dipahami bahwa memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan menggunakan perantara orang yang kedudukannya mulia disisi Allah, sebagaimana termaktub pada dua ayat di atas adalah dianjurkan.

Perlu diluruskan, bahwa banyak orang yang keliru memahami makna hakikat tabaruk dengan Nabi Muhammad SAW, peninggalan-peninggalan, dzurriyah dan para pewarisnya yakni para ulama, orang-orang sholeh, para kyai dan para kekasih Allah. karena hakekat yang belum mereka pahami, meraka berani menilai kafir (sesat) atau musyrik terhadap mereka yang bertabarruk pada Nabi Muhammad SAW atau para ulama.

Dikatakan oleh Al-Hafizh Al-Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy menanggapi hadist yang diriwayatkan dalam shahih muslim bahwa Rasul SAW membaca Mu''awwidzatain lalu meniupkannya ke kedua telapak tangannya, lalu mengusapkannya ke sekujur tubuh yang dapat disentuhnya, hal ini adalah tabaruk dengan nafas dan air liur yang telah di lewati bacaan Al-Qur'an, sebagaimana tulisan dzikir yang ditulis di bejana (untuk obat).(Imam Assuyuthiy : Al-Jami' Al-Shaghir; Juz 1, Hal.84, Hadits no.104).

Dengan berharap ridlo Allah serta ucapan basmalah, marilah kita menuju pertolongan Allah melalui Dzikrulloh...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 
Pengasuh Majlis Dzikir At-Tawwabin,
Gus Khoir Al-Qudsy

Artikel
Renungan Malam
Berkata Ibnu Mas’ud: “ Rasulullah saw ketika mendekati ajalnya, beliau mngumpulkan kami semua di rumah Siti ‘Aisyah. Kami brkumpul, dan beliau memandang mmperhatikan kmi semua tanpa kata, sehingga kmi semua menangis mnderaikan air mata. Lalu beliau bersabda: ...


Muhasabah
Saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba kamu terpikirkan ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang..?  Itu adalah Allah...  Yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk hatimu...  [QS 4:114 , 2:195 , 28:77]  Pernahkah... ...


Doa Agung di #Akhir Setiap #Shalat
Dari Mu’adz bin Jabal radhiyalllahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepadanya, “Wahai Mu’adz, demi Allah sungguh aku mencintaimu, demi Allah sungguh aku mencintaimu....


Menghargai Istri
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ ...